Pola Bahasa Hipnotik

HLP #3. Yes Set – Jebakan Ya

Kita akan melanjutkan pelajaran tentang Hypnotic Language Pattern dengan judul Yes Set (perangkap Ya!). Yang dimaksud dengan Yes Set adalah,

“Serangkaian pernyataan atau pertanyaan yang pasti di “Iya” kan oleh teman bicara, dan dikuti dengan sugesti/perintah kita di kalimat terakhir. Kalimat terakhir cenderung dijawab “Ya” karena pikiran sudah mengenali polanya. Jika dilakukan dengan benar, ini akan benar-benar meningkatkan pengaruh kata-kata Anda.

TUJUAN:

Membiasakan pikiran teman bicara dengan jawaban “Ya!”

CARA MELAKUKAN: 

Buat beberapa pertanyaan/ kalimat yang pasti dijawab “YA!” oleh teman bicara, lalu masukkan perintah kita di pertanyaan/ kalimat terakhir.

CONTOH:

  • Apakah Anda ingin berhasil dalam bisnis/ karir? (Ya)
  • Apakah Anda ingin lebih berbahagia dalam menjalani karir Anda? (Ya)
  • Apakah Anda juga ingin membahagiakan pasangan Anda? (Ya)
  • Lalu, apakah Anda bersedia berinvestasi sedikit melaluii pelatihan ini untuk mewujudkan keinginan Anda tersebut?

Karena pikiran teman bicara sudah terbiasa dengan jawaban “Ya!”, maka akan meningkatkan penerimaan perintah yang kita berikan kepadanya.

Sebelum mengakhiri pelajaran hari ini, maukah Anda memberikan contoh nyata dalam kehidupan atau profesi Anda di kolom komentar?

Sampai jumpa,

Bang Noer Sign

Advertisements

Cara ‘Membaca’ Orang Lain Melalui Kata-Kata

Ilmu untuk memahami orang lain sangat dibutuhkan dalam belajar Persuasi dan memenangkan sebuah hubungan interpersonal. Salah satu diantaranya adalah ilmu untuk ‘membaca’ karakter, kepribadian, cara berpikir, atau perilaku orang lain. Dengan mengetahui karakter atau kepribadian seseorang, kita bisa menyesuaikan diri untuk sukses berhubungan dengannya. Kita juga bisa memprediksi perilaku yang akan ditampilkannya dalam beberapa situasi tertentu.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ‘membaca’ orang lain. Mungkin Anda pernah dengar cara membaca orang lain melalui wajah, tulisan, tanda tangan, mata, dsb. Sayangnya, beberapa ilmu tersebut sulit untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari karena membutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari, membutuhkan alat bantu, tidak praktis, hanya cocok untuk kalangan profesional, dan berbagai alasan lainnya.

Nah, melalui artikel singkat ini saya ingin berbagi tentang cara membaca orang lain melalui kata-kata. Ini merupakan salah satu penerapan NLP yang sangat  mudah dipelajari dan praktis untuk diterapkan siapa saja, termasuk Anda.

Apakah Anda sudah tahu? Manusia mengungkapkan cara berpikirnya melalui bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, kita bisa memahami cara orang lain berpikir dan kecenderungan perilakunya dengan memperhatikan kata-kata yang digunakannya. Salah satu yang bisa dipahami dari cara berpikir seseorang adalah tentang bagaimana ia termotivasi melakukan sesuatu.

Ada dua jenis tipe orang saat mengungkapkan arah motivasinya, yaitu tipe mendekat (moving toward) dan tipe menjauh/menghindar (away from).

Tipe Mendekat (moving toward)

Adalah orang yang suka kalau diberi target, diberi sebuah tujuan, mengetahui apa untungnya jika ia mendapatkan sesuatu, dsb.

Orang-orang dengan tipe seperti ini dapat diketahui dari kata-kata yang digunakannya, seperti:

  • Menjabarkan impiannya, memperhatikan targetnya, keuntungan yang diperoleh, dan sebagainya.

Oleh karena itu, untuk mempengaruhi orang-orang dengan tipe mendekat, maka kita bisa menggunakan kata-kata seperti:

  • Mendapatkan, keuntungan yang Anda dapatkan, manfaat yang bisa diperoleh, mencapai, target, dsb.

Tipe Menjauh (away from)

Biasanya adalah orang-orang yang suka mengungkapkan kata-kata yang menjabarkan kerugian yang bakal mereka dapati, masalah yang perlu dihindari, dan sebagainya.

  • Orang dengan tipe seperti ini termotivasi dengan menjauhi masalah, menghindari kerugian, dsb.

Oleh karena itu, untuk mempengaruhi orang-orang dengan tipe menjauh, maka kita bisa menggunakan kata-kata seperti ini:

  • Anda akan terhindar dari…, dapat menyelesaikan masalah Anda, kita dapat memperbaiki …, menyempurnakan, mari kita perhatikan kesalahannya…, Anda tidak akan rugi.., dsb.

Rambu-rambu penggunaan.

Harus diingat bahwa pengelompokan arah motivasi ini tidaklah selalu sama pada situasi. Misalnya, ada orang yang sangat Mendekat (moving toward) apabila menyangkut masalah pekerjaan (career). Namun ia bisa menjadi sangat Menjauh (away from) apabila menyangkut masalah kesehatan (health).

Demikianlah cara membaca orang lain melalui kata-kata yang diungkapkannya. Tentu masih banyak lagi yang bisa kita ketahui, maka simak terus kelanjutannya yaa…

Semoga bermanfaat!

Bang Noer Sign

Pola Bahasa Hipnotik

HLP #2. Truism – Kebenaran Universal

Truism merupakan kebenaran universal yang sulit terbantahkan. Kata-kata ini sulit dibantah karena merupakan kebenaran umum. Gunakan truism untuk meningkatkan kekuatan persuasi Anda.

TUJUAN

Jika kita menggunakan ini, orang lain akan mudah menyetujuinya. Zodiak banyak merupakan kalimat-kalimat seperti ini.

KATA KUNCI

Berbicaralah dengan mencari logika-logika umum yang sulit disangkal.

CONTOH TRUISM:

  • Hari ini ada peluang yang siap untuk ditangkap.
  • Kalau Anda diam saja, bagaimana si dia akan tahu niat baik Anda?
  • Jangan terlalu banyak bekerja lalu melupakan istirahat yang cukup.

Ingat, semakin sering Anda beratih, maka semakin cepat Anda terampil menggunakan pola bahasa hipnotik ini.

Sampai jumpa,

Bang Noer Sign

Pola Bahasa Hipnotik

Pengantar Hypnotic Language Pattern (HLP#)

Apakah Anda masih ingat tentang RESOLVE Model? Hurup L dari RESOLVE merupakan singkatan dari Leading To Desired State, ya? Artinya, mengarahkan seseorang menuju tujuan yang kita inginkan. Maka berdasarkan konsep persuasi yang kita gunakan ini, kita akan menggunakan Hypnotic Language Pattern (pola bahasa hipnotik) untuk mencapai tujuan persuasi yang telah kita tetapkan.

Apa itu Pola Bahasa Hipnotik?

Pola Bahasa Hipnotik ini merupakan hasil observasi oleh Dr. Richard Bandler dan Jhon Grinder (pencipta NLP) terhadap Milton H Erickson. Ia merupakan tokoh Hipnoterapi legendaris yang mendapat julukan Bapak Hipnoterapi Modern. Karena jasa Milton lah, Hipnoterapi yang bersifat authoritarian berubah menjadi permissive dan bersifat tidak langsung (indirect).

Tenang saja, Anda tidak harus langsung mengerti istilah-istilah dalam Hipnoterapi tersebut. Karena kita tidak sedang belajar Hipnoterapi, maka saya akan menjelaskan secara sederhana saja.

Dahulu, Hipnosis tidak seperti yang kita kenal sekarang. Orang masih beranggapan bahwa Hipnosis bisa dilakukan karena Sang Penghipnotis yang memiliki kuasa. Jika tidak karena Sang Penghipnotis, maka seseorang tidak bisa memasuki kondisi hipnotik (trance). Namun semuanya berbeda setelah ada Milton Erickson. Melalui pengamatan terhadap klien-kliennya, ia kemudian berpandangan bahwa sebenarnya si subjeklah yang memegang peranan lebih besar dalam proses Hipnosis.

Richard Bandler dan Jhon Grinder kemudian mengamati, bahwa Milton secara konsisten menggunakan pola bahasa tertentu dalam berkomunikasi dengan klien-kliennya. Ia secara mudah dapat membawa klienya memasuki kondisi Hipnotik sambil bercakap-cakap belaka. Hasil observasi inilah yang disebut dengan pola bahasa hipnotik. Di dalam NLP, pola bahasa ini di kenal dengan istilah Milton Model, artinya pola bahasanya Milton.

Bagaimana cara kerjanya?

Sudah sama-sama kita ketahui, bahwa pikiran manusia dapat digambarkan secara sederhana melalui konsep Pikiran Sadar (conscious mind) dan Pikiran Bawah Sadar (unconscious mind). Pikiran sadar kita sangat terbatas dalam menerima informasi, sementara pikiran bawah sadar kita dapat menangkap semua informasi yang diterima saat kita berkomunikasi dengan seseorang.

Pikiran sadar juga bersifat sangat kritis dalam menerima informasi, sehingga apapun informasi yang kita berikan akan dianalisa terlebih dahulu. Akibat sikap yang terlalu kritis dan waspada inilah maka proses persuasi yang kita lakukan sering gagal. Maka kita perlu mengurangi sifat kritis dari pikiran sadar tersebut sehingga pesan yang kita berikan dapat menjangkau pikiran bawah sadar. Karena pikiran bawah sadar merupakan faktor terbesar dalam mempengaruhi dan memotivasi kita, maka informasi yang masuk juga akan berubah menjadi tindakan nyata.

Berdasarkan cara kerja pikiran tersebut, ternyata ada sejumlah pola bahasa yang dapat menjangkau reaksi pikiran bawah sadar tanpa terlalu mendapat kritisi oleh pikiran sadar. Itulah yang disebut dengan pola bahasa hipnotik.

Pola bahasa hipnotik yang akan di bahas di sini sudah saya tambahkan, sehingga menjadi lebih banyak dari aslinya. Beberapa di antaranya akan kita bahas di sini dengan judul HLP.

Selamat menantikan,

Bang Noer Sign

Pola Bahasa Hipnotik

HLP #1. Tag Question: Kamu mau/bisa kan?

Mari kita mulai pelajaran mengenai pola bahasa hipnotik dengan Tag Question. Tag Question adalah pertanyaan “ya bukan?” yang diletakkan di akhir kalimat.

TUJUAN:

Untuk memperhalus perintah melalui pertanyaan, dan meningkatkan respon jawaban ‘YA’. Akhiran ini membuat pernyataan sulit untuk disangkal. Orang yang mendengar pertanyaan semacam ini akan merasa enggan menyangkal apa yang Anda tanyakan.

KATA KUNCI:

Ya kan?, Bukan?, Kan?

CONTOH:

  • Kamu mau membantu Ibu, kan?
  • Anda bisa menunggu dengan santai, bukan?
  • Anda bisa buat satu contoh lagi, kan?
  • Anda mau ikuti pelajaran ini sampai selesai, kan?

Karena Anda sedang belajar persuasi dan ingin meningkatkan pengaruh kepada orang lain, maka latihlah menggunakan pola bahasa ini. Gunakan di berbagai kesempatan, perhatikan bagaimana respon teman bicara Anda. Lalu gabungkan dengan pola bahasa hipnotik (Hypnotic Language Pattern) lainnya. Jangan lupa untuk memberi satu contoh di dalam sebuah konteks tertentu yang ingin Anda kuasai.

Sampai jumpa,

Bang Noer Sign

Cara Membangun Rapport Dengan Matching & Mirroring (1)

Pernahkah Anda melihat sepasang kekasih yang sedang berjalan di keramaian? Atau dua orang sahabat karib yang sedang asyik mengobrol? Atau sekelompok anak sekolah yang berjalan dengan riang? Apa kesamaan yang ada pada mereka?

Salah satu kesamaan yang sering dan paling mudah kita perhatikan adalah kesamaan Fisiologis. Di dalam NLP, kesamaan fisiologis merupakan salah satu tanda (indikator) bahwa keakraban sudah terjalin. Kesamaan ini tentunya terjadi tanpa disadari (terjadi di pikiran bawah sadar) mereka. Sebaliknya, apabila kita ingin memunculkan keakraban, maka yang kita lakukan adalah Continue reading

Memodel Percaya Diri Dari Artis Korea

Seorang wanita muda berprofesi sebagai dokter gigi, peserta kursus singkat “Conversational Hypnosis in Dental Treatment” pada acara Regional Dental Meeting & Exhibition (RDM&E) di Hotel Santika pada awal Desember, mendatangi saya saat acara baru saja berakhir. Ia bertanya kepada saya apa akibatnya jika kita mudah memasuki kondisi hipnosis (trance).

Saya lalu menjelaskan bahwa hipnosis adalah kondisi alamiah yang dialami setiap hari. Jadi, tidak ada dampak negatifnya saat kita mudah memasuki kondisi trance. Bahkan, kita bisa memanfaatkan kondisi trance tersebut untuk tujuan positif yang memberdayakan diri. Saya lalu mengajak dokter gigi itu untuk bereksperimen. Continue reading

RESOLVE Model Untuk Belajar Persuasi

Untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita minta dibutuhkan sebuah strategi. Melalui strategi ini, kita bisa mempelajari urutan-urutan yang perlu dilakukan, baik secara internal (di dalam pikiran) maupun secara eksternal (dilakukan). Kali ini saya akan mengambil sebuah model Dr. Richard Bolstad yang diberi nama RESOLVE Model.

RESOLVE model ini, tadinya digunakan sebagai kerangka berpikir bagi para praktisi NLP dalam membantu klien-kliennya. Namun saya menemukan, kita bisa menggunakannya juga dalam proses persuasi. RESOLVE Model merupakan sebuah akronim dari: Continue reading