RESOLVE Model Untuk Belajar Persuasi

Untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita minta dibutuhkan sebuah strategi. Melalui strategi ini, kita bisa mempelajari urutan-urutan yang perlu dilakukan, baik secara internal (di dalam pikiran) maupun secara eksternal (dilakukan). Kali ini saya akan mengambil sebuah model Dr. Richard Bolstad yang diberi nama RESOLVE Model.

RESOLVE model ini, tadinya digunakan sebagai kerangka berpikir bagi para praktisi NLP dalam membantu klien-kliennya. Namun saya menemukan, kita bisa menggunakannya juga dalam proses persuasi. RESOLVE Model merupakan sebuah akronim dari:

Resourceful state for the Practitioner
Establish rapport
Specify outcome
Open up model of world
Leading to desired state
Verify change
Ecological exit

1. Resourcefull state for the practitioner

Artinya kondisi memberdayakan bagi persuader. Kita perlu memiliki keadaan pikiran yang memberdayakan sebelum mempengaruhi orang lain. Sebut saja seperti percaya diri, yakin, dan keadaan pikiran lain yang diperlukan sesuai dengan konteks persuasi itu dilakukan.

2. Establish rapport

Artinya membangun keakraban. Membangun keakraban kepada teman bicara, baik individu ataupun kelompok. Teknik-teknik Psikologi dan NLP yang digunakan dalam membangun keakraban digunakan dalam tahap yang ini.

3. Specify outcome

Artinya menentukan tujuan. Sangat penting untuk memiliki sebuah tujuan di dalam pikiran. Bagaimana cara yang benar agar tujuan ini selaras dan ekologis terhadap diri sendiri dan orang yang akan kita pengaruhi? Kita akan membahasnya di tahapan yang ini.

4. Open up model of the world

Artinya membuka model dunia teman bicara. Kita perlu mengetahui cara pandang teman bicara sebelum mempengaruhinya. Perbedaan cara pandang kadang menyebabkan proses persuasi tidak berjalan dengan baik. Bagaimana cara mengetahui model dunia di pikiran teman bicara? Kita akan mempelajarinya lebih lanjut di artikel-artikel mendatang.

5. Leading to desired state

Artinya mengarahkan ke tujuan. Di sini kita mulai mengarahkan teman bicara menuju tujuan kita. Sangat banyak sekali teknik yang dapat digunakan.

6. Verify change

Artinya memastikan perubahan. Kita juga perlu meyakinkan diri bahwa teman bicara tidak akan berubah pikiran atau malah berbalik tidak menyetujui ide yang kita sampaikan. Oleh karena itu cara-cara mengatasi keberatan juga perlu dipelajari dalam belajar persuasi.

7. Ecological Exit

Artinya mengakhiri proses secara ekologis. Bagaiaman cara menutup proses persuasi secara ekologis. Artinya, kita perlu mempertimbangkan dampak persuasi yang kita lakukan agar tidak merugikan orang lain, tidak merusak manfaat dalam jangka panjang, dst.

Demikianlah salah satu model dalam belajar persuasi yang akan kita gunakan dalam pembelajaran selanjutnya. Mungkin ada yang bertanya, apakah tidak terlalu panjang dan rumit untuk mempengaruhi teman bicara harus melalui 7 proses?

Model ini tidak menganjurkan kita untuk melakukan seluruh proses secara berurutan atau mesti dilakukan seluruhnya. Kadang kala kita bahkan sudah melakukan proses dalam tahapan itu dalam waktu yang amat singkat. Namun, mempelajari seluruh tahapan akan mempermudah kita dalam meletakkan teknik-teknik yang akan dipelajari digunakan di tahapan yang mana.

Selain sebagai kerangka dalam melakukan proses persuasi, kita juga bisa menggunakan model di atas untuk mengevaluasi di tahapan yang mana keahlian kita sudah bagus, atau di tahapan mana yang perlu ditingkatkan lagi. So, ingat-ingat kepanjangan dari Resolve yaa…

 

Salam sukses,

Bang Noer Sign

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s